Blog ini adalah milik GUDUBRAG AKI ANOM GEDEBRUG. Blog ini untuk berbagi kebenaran dan kebaikan. Kritik, saran, masukan, dan perbaikan yang mengarah menuju penyempurnaan akan kami terima dengan senang hati. Kami berhak untuk menyunting, menolak, menghapus hal hal yang sekiranya mengganggu blog ini.Jazaakumulloh Khoir
Mohon maaf jika tampilan dan isi Blog ini masih belum sempurna, karena masih dalam tahap penyempurnaan...
Rabu, 27 Maret 2013
MENGINGAT KEMATIAN
SESUNGGUHNYA kematian adalah haq, pasti terjadi, tidak dapat disangkal lagi. Allah SWT berfirman, artinya, “Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya.” (QS. Qaaf:19)
Siapakah di antara kita yang meragukan kematian dan sakaratul maut? Apakah ada orang yang meragukan kubur dan azabnya? Siapakah yang mampu menunda kematiannya dari waktu yang telah ditentukan?
Mengapa manusia sombong padahal kelak akan dimakan ulat? Mengapa manusia melampaui batas padahal di dalam tanah kelak akan terbujur? Mengapa menunda-nunda, padahalkita mengetahui kematian akan datang secara tiba-tiba?
Hakikat Kematian
Adalah salah bila ada orang yang menyangka bahawa kematian itu hanya kefanaan semata dan pengakhiran secara total yang tidak ada kehidupan, perhitungan, hari dikumpulkan, kebangkitan, syurga atau neraka padanya!! Sebab andaikata demikian, tentulah tidak ada hikmah dari penciptaan dan wujud kita. Tentulah manusia semua sama saja setelah kematian dan dapat beristirahat lega; fulan mukmin dan kafir, fulan pembunuh dan terbunuh, fulan si penzalim dan yang dizalimi, fulan yang taat dan maksiat, fulan penzina dan yang rajin solat, fulan ahli maksiat dan ahli takwa.
Pandangan tersebut hanyalah bersumber dari pemahaman kaum atheis yang mereka itu lebih buruk dari binatang sekali pun. Yang mengatakan seperti ini hanyalah orang yang telah tidak punya rasa malu dan menggelarkan dirinya sebagai orang yang bodoh dan ‘gila.’ (Baca: QS. At-Taghabun:7, QS. Yaasiin: 78-79)
Kematian adalah terputusnya hubungan ruh dengan badan, kemudian ruh berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dan seluruh lembaran amal ditutup, pintu taubat dan pemberian masa pun terputus.
Nabi s.a.w. bersabda, “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama belum sekarat.” (HR. At-Turmuzi dan Ibn Majah, disahihkan Al-Hakim dan Ibn Hibban)
Faktor-Faktor Pendorong Mengingat Kematian
1. Ziarah kubur. Nabi s.a.w. bersabda, “Berziarah kuburlah kamu, sebab ia dapat mengingatkanmu akan akhirat.” (HR. Ahmad dan Abu Daud, disahihkan Syaikh Al-Albani)
2. Melihat mayat ketika dimandikan.
3. Menyaksikan orang-orang yang tengah sekarat dan menalqinkan mereka dengan kalimat syahadat.
4. Mengiringi jenazah, solat ke atasnya serta menghadiri pengkebumiannya.
5. Membaca Al-Qur’an, terutama ayat-ayat yang mengingatkan akan kematian dan sakratul maut seperti ayat 19 surat Qaaf.
6. Uban dan Penyakit. Kedua hal ini merupakan utusan malaikat maut kepada para hamba.
7. Fenomena alam yang dijadikan Allah s.a.w. untuk mengingatkan para hamba akan kematian seperti gempa, gunung meletus, banjir, badai dan sebagainya.
8. Membaca berita-berita tentang umat-umat masa lalu yang telah dibinasakan oleh maut.
Semoga Allah s.w.t. menutup akhir hayat kita dengan Husnul Khatimah dan menerima semua amal shalih kita
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar